Wednesday, February 22, 2017

February: Untitled

Someone said this blog need refreshment. It's getting boring. I should be responsible to provide decent content for those people who visit, which is true. And I never think about it before.  

***
"So come on let it go
just let it be
why don't you be you
and I'll be me?"
-Let it be, James Bay.

***
I woke up this morning to my long forgotten playlist and this song now keep on playing on my mind. Let's make it as February post!

Sejujurnya saya menikmati musik sebatas mendengar dan memutar ulang karena enak didengar, bukannya benar-benar memahami apa yang disampaikan. Pun 'terpaksa' mendengarkan ya lagi-lagi karena Kak Inda, yang memang sudah punya kecintaannya sendiri sejak dia SMP. Sama seperti dia sudah cinta dengan Harry Potter yang juga bikin saya ikut-ikutan suka Linkin Park atau Fort Minor. Iya, semua hal yang disukai Kakak terlihat keren dan saya pikir saya harus suka juga biar keren. Naif. Hahaha. Dan seperti copycat lainnya, saya tidak pernah menyamai level kecintaan Kak Inda pada Harry Potter dan Linkin Park. Cih, dasar anak bawang

Meskipun dengan referensi bisa dibilang sangat cetek, saya mau nulis tentang Album/Lagu 'Menyenangkan' versi Wika as per Februari 2017. ha!!

Kenapa Album dan Lagu? Soalnya ada yang memang saya suka banget (hampir) sampai satu album penuh, ada yang cuma kepincut 1 lagu saja.

***Diclaimer: judul-judul yang muncul di daftar ini murni adalah subjektivitas penulis yang berarti sangat mungkin menjadi kategori 'Lagu kurang menyenangkan' buat kalian. Daftar dibuat bukan berdasarkan kebaruan lagu, tapi yang lagi dan masih dianggap menyenangkan di bulan Februari***

1. Bad Blood - Bastille (Album)
Lagu pertama Bastille yang saya denger adalah Pompeii. Dengernya random banget, dari soundtrack aftermovie ospek salah satu PTN. Entah waktu itu ada efek videonya yg bagus juga dan bikin lagunya jadi keren banget. Tapi, sampai sekarang sih, pendapat saya buat Pompeii masih tetep sama: Magical! Kayak kaya banget gitu isinya. Dan yang bikin bagus juga adalah backing vocalnya, dan hentakan entah itu apa drum atau yang lain sebelum bagian "..but if you close your eyes..". And of course, their eargasmic British pronunciation!!!
"Bastille lead singer Daniel Smith in an interview with Australian Radio's nova FM describes the song as a conversation between two of the inhabitants of the city of Pompeii as the city is destroyed by the eruption of Mount Vesuvius." - songmeaning.com
Daaan, setelah Pompeii, I fall in love with all other songs in the album. Yang paling diinget sih Icarus sama Daniel in the Den.
 
2. Coexist - The XX (Album)
Nemu coexist dari tumblr yang ngasih link download album-album bajakan gitu kalau gak salah. Downloadnya random, eh nagih hahaha. Liriknya simple gitu, tapi muter-muter terusssssss.
"Coexist deals with themes of heartbreak, loneliness, and intimacy." - Wikipedia.com 
"They often express emotional stress, yearning, and passive-aggressive attitudes." - Wikipedia.com
Kurang lebih deskripsinya sama kayak yang ditulis di wiki. Semuanya dibikin (kayak) simpel; musiknya, liriknya. Dan ini relate-able gitu deh sama banyak cerita saya (waktu itu) hahahaha.

3. Sampai Jadi Debu (menampilkan Gardika Gigih) - Banda Neira (Song)
"badai tuan telah berlalu
salahkah ku menuntut mesra
tiap pagi menjelang kau di sampingku
ku nyaman ada bersamamu

selamanya sampai kita tua, sampai jadi debu
ku di liang yang satu, ku di sebelahmu
"
IYA MANIS LIRIKNYA BANGET YA TUHAN! Ini juga eargasmic banget. Please, listen to it like PLEASEEEEEE. Sayang sih Banda Neira memutuskan bubar huuuu :(
 
4. Forever (originally by Haim) - James Bay (Song)
Oke suaranya James Bay juga indah banget. Semacem disayat-sayat. Kalo saya sih lebih prefer versi yang ini dibanding aslinya. hehe. Ohya, ini masuk list soalnya baru denger lagi tadi pagi dan recalling memories how much i like this song back then :D

5. City J - Elephant Kind (Album)
I know this band from a friend. He put a sticker of this band on his helmet which makes me curious how good Elephant Kind is. Jadinya gugling, terus denger sekali, terus lewat aja. Kali selanjutnya, listen on repeat, okay, lumayan. Kali yang bikin suka banget itu pas ditunjukin live performancenya lewat youtube. Iya, this band is cool! Tipenya hiperaktif gitu. And I wish i could see their performance live real soon!

Belakangan saya denger lagu lebih intens dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Sesimpel karena bolak-balik Bekasi-Menteng Atas naik motor yang rasanya sepi banget kalau gak denger lagu haha. Tapi, setelah pindah ke Bekasi pun ternyata kebiasaannya kebawa, tetep denger walaupun sebentar. It makes me realized that somehow music help us to drive loneliness away. It really help. 

What's on your list, folks?

XX

Bekasi 22/2/2017 12:39      
Readmore → February: Untitled

Thursday, January 26, 2017

Januari: Channeling Inner Beast

Hi! Ini adalah official January post.

*ta ta ta dam dam dam ca ca*

Intro 
Beberapa waktu kemarin saya berhenti menulis tentang personal thought and feeling di blog. Banyak post yang sengaja dikembalikan jadi draft. Alasannya karena malu, mosok mau umbar-umbar perasaan di blog. Haha. Terus tadi pagi, gak sengaja terdampar di blog orang. Isinya tentang cerita pribadinya yang entah bagaimana membuat saya mengingat-ingat kembali hal-hal menyenangkan yang ingin saya lakukan tapi gak jadi-jadi karena banyak sekali alasan remeh. Intinya, post sederhana tentang cerita personal dia begitu insightful buat saya.

Kemudian saya mikir, sepertinya gak ada salahnya juga ya cerita tentang personal life di blog. Gak ada yang tahu kan kalau ternyata membawa manfaat buat yang tiba-tiba terdampar macam saya? Toh gak ada ruginya asalkan kita bisa bikin batasan sejauh apa perasaan ditumpahin di blog dan siap aja orang-orang jadi sedikit banyak tahu tentang personal life kita hehe.

***
About January
Januari rasanya kaya sprint. Kenceng. Cepet. Tiba-tiba habis.
Wika belum ngapa-ngapain bulan ini!!!! tiba-tiba udah selesai aja. Nyesel? Enggak juga. Tapi my excitement has just began, yeah!

Rencananya, mulai hari ini I'm going to channel my inner beast. Bhahahha. Menjadikan hal-hal menyenangkan yang belum dijadikan. Here's the list:

1. Learn to take picture
Kebiasaan dari jaman kapan, selalu malas buat jalan dan angkat kamera. Padahal mirrorless-nya udah dibeli susah-susah nyisihin jatah jajan berbulan bulan. Pas udah kebeli, kasian banget dianya cuma geletakan di meja. Hampir setahun, cuma dipakai fotoin orang-orang sidang dan wisudaan saya. hmm... Masa gitu doang? Ah, pokoknya 3 bulan kedepan feed instagram harus lebih cakep. Gak boleh mageran keluar nyeret kamera. Gak boleh lagi. 

2. Pindah tempat tinggal.
Jadi, dari lahir sampai kelas 3 SMP saya tinggal sama orang tua di Busungbiu. Waktu SMA pindah, tinggal 3 tahun di Singaraja (40 km dari rumah) walaupun pulang tiap akhir minggu dan tiap ada libur hehe (jadi gak berasa tinggal jauh). Kuliah, 4 tahun, di Jakarta. Dan sekarang.... ya mesti pindah lah. Wong saya kerja di Bekasi. Pindah itu super mager. Tapi sebenarnya harus pindah. I've been living in Jakarta for 4 years. 4 years is more than enough. Saya harus pindah. Ke Bekasi. Hahaha. Iya, Bekasi. Menantang banget. 
Di Jakarta, kosan kemarin bener-bener ga ada duanya. Pertama: Mba Eci dan Opung yang baik dan caring banget. Saya sakit, Mba Eci yg riweh nanyain makan. Kalo lagi laper tapi males beli dan masak, Mba Eci nawarin nasi. Ac gak dingin, kamar kemasukan tikus, opung urus. Ah :')
Kedua: Strategis. Keduanya itu lo yang bikin mikir berkali kali dan gagal move out berkali kali juga. Oya soal lokasi, saya sampai-sampai ngayal, kalau punya tempat tinggal di Jakarta, saya maunya di Menteng Atas. 
Dan, ketika harus pindah ke Bekasi. Duh. Gimanaaaa.. Nanti susah ke tempat-tempat menyenangkan dan biasa saya kunjungi di Jakarta. Ya walaupun jarang kemana-mana juga sih sebenernya, cuma the feeling of being close with places you wanna (and used to) visit is unexplainable hahahaha. Jadi, ya, ini tantangannya. Mengalahkan perasaan gak bisa move on dan mulai fokus ke realita bahwa kosan di Bekasi jauh lebih murah, jauuuh lebih dekat ke tempat kerja dan berarti juga saya bisa jauh lebih fokus kerja bukannya buru-buru terus soalnya pengen cepet sampai kosan. Iya, saya akan pindah akhir minggu ini. No more excuse.

3. Learn some story telling skill
Walaupun cuma ngedongeng sesekali dan buat kelompok kecil anak-anak. Daripada pulang kerja terus tidur doang. Man gue baru 23 ya, energinya masih banyak. Masa dipake tidur doang. Yaampun malu...

4. Read more books
Belakangan enggak update gitu. Mainnya sama sosmed doang sih. Gak mutu emang :( saya jadi gak asik kalo diajak ngobrol. Cetek.

5. IELTS & GMAT prep
The sooner the better. Mau sekolah lagi. Semoga tahun depan :)

6. Get lost often.
Udah lama gak kemana-mana sendirian. Jangan-jangan sekarang udah lupa diri. Duh!

***
Playlist of the month
I believe that one of the easiest way to understand someone is by listening to the song they listen. Kebiasaan saya sih, setelah dengerin lagu-lagu yang mereka dengar, saya bisa menebak-nebak dan jadi terjebak. Entah lagunya yang malah jadi playlist saya, bisa juga sayanya yang kebawa. Duh. 
And that's what happened to me this month. I'm stuck and drown. But at the end, I decide to start over my playlist. 

Ngomong-ngomong soal playlist, favorit saya masih "Young, Wild & Free"-nya Spotify. Habis itu, karena habis dengerin playlist orang, saya 'pulang' ke station-nya Barasuara dan The xx, dan jadi suka main ke station-nya Elephant Kind. Atau dengerin 1-2 lagu dari Tame Impala.
Januari memang terasa begitu cepat. Tapi saya banyak belajar. Terutama tentang pentingnya sabar dan menahan diri. Januari, rasanya saya begitu tidak terkendali, mengacaukan banyak hal yang seharusnya berakhir menyenangkan. 

I put my hope higher now! 

See ya in the next post.

Bekasi, 26/01/2017 12:55

Readmore → Januari: Channeling Inner Beast

Wednesday, January 25, 2017

How to understand someone you barely know and fallin in love with em.

One day I randomly met someone. He asked for a help.

Some days later, I met him again. Helped him again.

On the other day, we talked for more. 

About things beyond our usual cheap conversation.

We talked for more, 

I know nothing about him.

So many missing pieces on my puzzle. 

Many questions hanging on my mind.

Later, I listen to the music he listens.

Boom!

My puzzle suddenly (almost) complete.

Feels like I've known him for a long time.

Later, I guess I know why we talked a lot, again and again.

Later, I guess... 
Readmore → How to understand someone you barely know and fallin in love with em.

Tuesday, January 24, 2017

(A short post of whining wika)

Moving out become such a very huge deal for my self. New place isn't just about new excitement, but also about new fear. Mostly fear, I guess. We fear something because we don't understand it. That's it. I hate the feeling of not knowing my new place. 

My previous stay was just super comfort. I got everything there. But then, something force me to move out. I used to move out gladly. But this time, i don't think so. There's no such a significant motivation to trigger me.

Should I move? I've tried several times and failed. Once more, i said to my self. This time, i have to make it. 

Really? Should I?

Moving out my body physically is easy, but...

I am going to be super sad. Leaving my old comfy place, leaving all the memories. 

Should I?

*office phone ringing*
*talking on the phone*

I just got a bad day. Super bad day. With heavy rain.



Readmore → (A short post of whining wika)

Sunday, January 1, 2017

2016 in Summary

Awalnya mikir, males ah nyempatin ngetik soal 2016. It’s just another year to pass. Tapi dipikir lagi, saya mesti nulis deh buat inget-inget ngapain aja sih setahun ini. Terus tahun depan mau diapain ya. Hahaha.

Tahun ini adalah satu lagi tahun menyenangkan yang saya jalani. Many things happened, either the planned or unplanned ones. Sebelum ngetik lebih jauh, rasanya pengen lihat catatan tahun lalu. Di akhir 2015. Rasanya saya bikin post juga. Sebentar, saya cari dulu.

Duh, ternyata postnya saya balikin jadi draft HAHA. Baiklah, mari kita kembali ke topik paling mainstream di penghujung tahun: one year summary.


Tahun ini dimulai dengan Newmont Bootcamp di Februari. 8 hari main ke tambang tembaga di Sumbawa Barat, NTB. Bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang yang turned out memotivasi banget bahkan sampai sekarang. Menyenangkan sekali, semacam kesempatan langka dan berharga buat saya yang latar belakangnya cuma mahasiswa tanpa keahlian menulis yang baik, ataupun foto, atau lainnya yang bisa dijual. Cuma bermodal keberuntungan menang kuis di twitter. Ikut kuis yang didasari saking pengennya ke tambang Batu Hijau setelah dengar cerita kak Bayu waktu dinas di sana. Hahaha. Dari 2014 udah pengen. 2015 ceritanya udah apply kerja praktik di sana yang somehow malah KP di Bekasi, dan akhirnya menang kuis di tahun yang sama tapi baru berangkat 2016. Naif banget emang. Tapi seneng, kesampaian loh! Ke Sumbawa! Iya, saya belum pernah ke pulau lain selain Bali-Jawa-Lombok sebelumnya.

Balik dari Sumbawa, harusnya saya sidang. Tapi malah tergoda magang, revisian ditinggal lagi. Tapi ya ini godaannya terlalu menggiurkan sih. Magang di TMMIN! Abisan saya belum pernah magang beneran sebelumnya kan. Cuma kerja praktik. Jadi sayang rasanya kalau kesempatan ini disiakan. Magang di Toyota Motor Manufacturing Indonesia juga salah satu pengalaman yang membekas walaupun cuma 3 bulan. Tsahhhh. Soalnya tempat magangnya enak gitu, its people, its system. Dan saya dapet mentor yang baik banget: Mba Isyana (re: bukan Isyana Sarasvati yang penyanyi itu kok :p). Cerita lengkapnya di sini.


Dari Bootcamp, saya jadi rajin ikut kuis atau event semacamnya haha. Jadi saya menang kuis lagi, kali ini di instagram dan hadiahnya ikut cooking class. Kebetulan emang dari akhir tahun 2015 kemarin ceritanya saya lagi seneng banget belajar masak sushi. Hahaha. Beruntung lagi, ikut deh Japanese Cooking Class yang diadain majalah Cosmo Girl! X Modena Indonesia. Random banget emang. Pesertanya waktu itu ciwi ciwi banget, terus saya dateng kucel abis dari Sunter HAHAHA.


Satu event lagi yang secara random saya ikutin adalah BNI 7MISSIONS. Awalnya gak kepilih gitu, tapi di injury time saya dihubungin admin @BNI46 di instagram hhaha. Acaranya sih semacem race keliling Jakarta dalam rangka ultah BNI. Iya, udah saya bilang kan, random banget. Besoknya saya langsung ke nikahan Ana dan Aan di Bogor. Iya, undangan nikahan pertama yang saya datengin ya di 2016 :D

Dan akhirnya, di bulan Mei, saya lulus. Sarjana Teknik. Yiiiha! Hahahha. Tapi wisudanya masih 5 bulan kemudian. Saya masih magang, sambil cari kerja.

 

Selesai magang pertengahan Juni, saya pulang. Metatah. Acara besar di rumah.

Habis metatah, kesampaian naik Gunung Batur sama Mega setelah berbagai keraguan hahaha. Ceritanya di sini.

Akhir Agustus, masih ada lanjutannya Newmont Bootcamp. Kami ke Jogja! Ketemu lebih banyak lagi peserta dari batches sebelumnya.

September, saya mulai masuk sebagai Management Trainee di salah satu perusahaan manufaktur yang masih berada dalam naungan Kelompok Usaha Bakrie di Bekasi. Belum selesai juga urusan saya dengan Bakrie ternyata haha. Tapi ini murni pilihan sendiri sih, saya yang daftar, bukan diassign dari kampus setelah lulus gitu.

Tahun ini masih suka ikutan ngedongeng (walaupun amatiran, abal-abal). Eh tapi valid loh kalo saya bilang “Saya ngedongeng di Festival Dongeng Indonesia Internasional lagi tahun ini”. HAHAHAHA soalnya emang iya kok. Walaupun cuma di pojok cerita dan yang denger hanya beberapa anak :p Ini bisa kejadian ya gara-gara Buku Berkaki hehe.
Dan di penghujung tahun, saya punya pengalaman baru membantu pengumpulan buku untuk anak-anak SD di pelosok Bali. Ternyata ini juga menyenangkan banget. Rasanya itu super bahagia pas dapet telfon ataupun chat dari orang-orang yang mau ikut donasi. Oh ya, proyek ini akan ada lanjutannya di 2017 ;)
Saya baru ingat, hal yang bikin saya akhirnya nulis ini adalah salah satu cerpen yang dibaca tadi siang. Judulnya Liang Liu karya Dewi Ria Utami. Ceritanya tentang seseorang yang menua dan mulai kehilangan kemampuan untuk menjaga ingatannya. Semua kenangan yang dia punya hilang begitu saja. Jadi saya pengen gitu nanti bisa buka post ini lagi, mengingat apa yang pernah saya lewati di 2016 saat saya berusia 22 tahun tapi masih saja kekanak-kanakan.

Oh ya, saya belum nulis resolusi! Hehehe. Mungkin nanti deh, setelah post ini :)

Selamat Tahun Baru 2017!

P.s. tahun 2016 akhirnya blog saya jadi .com! hihi
Menteng Atas, 31/12/2016 19:32
Readmore → 2016 in Summary

Thursday, December 8, 2016

Baca Buku Elektronik Gampang dan Gratis: iJakarta

Sabtu itu saya lagi main ke Perpustakaan Buku Berkaki di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat. Kak Icha ngasih tahu kalau sekarang ada loh aplikasi buat pinjam buku elektronik online dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta: iJakarta. Saya langsung buru-buru download aplikasinya dan mencoba mendaftar pakai akun facebook dan tada~ langsung bisa pinjam buku!

"iJakarta merupakan aplikasi Perpustakaan Digital (ePustaka) yang dilengkapi dengan reader untuk membaca eBook dan fitur-fitur media sosial, dikembangkan dalam beberapa sistem operasi sehingga bisa digunakan untuk berbagai perangkat komputer dan telepon pintar dengan cara online dan offline."

Ah, suka banget sama applikasi satu ini. Pertama, proses meminjam dan mengembalikan buku gampang banget. Buat pinjam buku, kita bisa langsung search dan pinjam. Tapi jumlah kopian yang dipinjamkan itu terbatas. Jadi kalau bukunya udah habis dipinjam orang, kita harus sabar masuk waiting list. Kalau bukunya pas tersedia, kita bisa langsung download dan baca. Kita bisa baca di PC, smartphone, atau tablet. Semuanya bisa disingkronisasi juga. Jadi daftar buku yang kita baca lewat PC tetap ada di daftar buku smartphone asalkan kita masuk dengan akun yang sama. Kemudian, buku-buku yang sudah selesai kita baca (atau gak jadi pengen baca) bisa langsung dikembalikan dengan memilih 'return' ataupun nanti bukunya akan langsung ditarik dari rak buku kita (jadi buknya hilang dari rak 'current' kita, pindah ke rak 'history'). Dengan sistem itu, gak ada lagi yang namanya denda kalau telat balikin buku hahaha.

website iJakarta
Kedua, pilihan bukunya lumanyan banyak dan banyak buku-buku bagus dari berbagai genre. Dari sejarah, fotografi, fiksi, buku pelajaran (BSE), dan segala macam deh. Saya baru habis baca Di Tanah Lada karya Ziggy Z rekomendasi kak Icha yang memang bagus dan saya rekomendasiin juga buat kalian hehe. Terus sekarang lagi baca Amba: Sebuah Novel karya Laksmi Pamuntjak dan udah pinjem tapi belum baca Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Oh ya, ada juga rilisan peraturan atau kebijakan pemerintah yang dimuat disini. Ada semacam kanalnya gitu.

Applikasi iJakarta
Ketiga, bisa pinjam kapan saja dan dimana saja asalkan ada koneksi internet. Kalau lagi suntuk nunggu dan gak bawa bacaan, this is such a magic! Hahaha. Tinggal buka applikasinya, download, baca deh. Ukuran file downloadnya juga gak besar kok, sekitar 2-6 Mb. Seukuran mp3 bajakan yang mungkin sering kalian download :p 

Keempat, bisa baca offline setelah download bukunya. Jadi applikasinya gak bikin boros kuota atau boros baterai karena gak harus terhubung ke internet terus. Saya paling suka download pas pulang kantor, terus baca di kost sampai ngantuk hehe.

Kelima, applikasi ini enable me to read more books in a month! Saya bukan orang yang rajin beli buku fisik, belakangan paling cuma 1 bulan sekali melipir ke Gramed atau Paperclip buat beli 1-2 buku. Such a shame, memang. Huhu. Kalau dulu di Bali lumayan lebih banyak baca soalnya tinggal ambil buku-buku kak Inda yang super banyak. Nah, sekarang gara-gara iJakarta ini nih, saya bisa  lagi pinjam buku segampang ambil di rak buku kak Inda. Tinggal minta rekomendasi kakak atau lihat review di Goodreads langsung deh meluncur download bukunya. Di minggu awal Desember ini udah mau habis 3 buku aja. Biasanya 1 buku juga belum tentu kelar :( 

Tampilan bacaan di layar iphone
Oh ya, ngomongin soal rekomendasi, ijakarta juga memfasilitasi para pembacanya buat bisa reading socially. Jadi lewat applikasi ini kita bisa share buku yang lagi dibaca ke sosmed lain seperti Facebook. Ada juga semacam level-level pembaca gitu, dari newbie sampai apa ya lupa. Kalau saya masih di newbie hahaha. Seru kaaan.

Tapi di balik kesenangan-kesenangan yang dibawa ijakata, memang sih banyak juga buku-buku bagus yang belum tersedia di iJakarta, makanya applikasi tersebut juga punya fitur 'donate' buat mendonasikan buku elektronik yang kita punya. Satu lagi yang jadi masalah buat applikasi ini adalah buku yang sudah di-download kadang hilang jadi harus di-download kembali sebelum baca offline huhu. Semoga ke depan applikasi ini bisa lebih stabil dan smooth :)

Seru banget, kayak bahagia gitu, Pinjam buku sekarang gak harus susah-susah datang ke perpustakaan, gak usah repot datang buat balikin lagi. Seneng sekarang ada alternatif aplikasi yang bermanfaat buat dibuka pas lagi suntuk. Seneng BPAD DKI Jakarta ternyata ikutan berinovasi dengan perpustakaannya dan ini bermanfaat banget (bahkan buat saya yang cuma numpang hidup di Jakarta hehe). Terima kasih BPAD DKI Jakarta! Semoga segera disusul daerah-daerah lain juga inovasinya :)

Epicentrum, 08/12/2016 11:20


Readmore → Baca Buku Elektronik Gampang dan Gratis: iJakarta

Tuesday, October 18, 2016

Pengalaman Pertama Booking Apartemen dengan Airbnb

Sederhananya, Airbnb adalah sebuah situs yang menjadi tempat untuk memesan berbagai jenis akomodasi mulai dari shared-room, whole apartment/house, hingga kastil! Akomodasi tersebut dimasukkan ke list Airbnb langsung oleh pemiliknya. Mirip bukalapak/tokopedia, tapi jualannya adalah produk akomodasi. Airbnb sudah beroperasi di lebih dari 191 negara dan 34.000 kota. Indonesia adalah salah satunya.



Dulu kalau kita bepergian ke luar kota, biasanya yang terpikir untuk akomodasi adalah hotel. Kalau perginya ramean dengan keluarga, terpaksa harus book 2 kamar atau suite yang harganya selangit. Gak pernah kepikiran deh buat sewa apartemen harian (karena enggak tahu ada yang kayak gitu/gimana cara book-nya). Well, lewat Airbnb kita menemukan apartemen 2 bedrooms lengkap dengan berbagai fasilitasnya termasuk kitchen (dan segala perlengkapan basic-nya, tergantung apartemen), ruang tengah, dan fasilitas bawaan apartemen lainnya dengan harga yang sangat terjangkau bahkan lebih murah dibandingkan dengan harga sewa 2 kamar hotel. 

Jadi minggu lalu saya book 2 bedrooms apartemen di kawasan Rasuna Said, Kuningan dengan harga cuma 700ribuan semalamnya! Sedangkan kalau pesan hotel paling murah di daerah ini sekitar 500ribuan semalam sekamar. Tanpa kitchen, tanpa ruang tengah. Bagi saya sih ini sangaaaaat menguntungkan! Lokasi premium dengan harga sangat affordable.

Intinya, di sini pilihannya beragam. Dari yang affordable sampai yang lux dan harganya mahal. Cuma ya menurut saya harganya relatif lebih murah dibandingkan harga-harga hotel gitu hehe (mengingat fasilitas-fasilitas yang bisa didapat juga).

Penampakan apartemennya seperti ini:

Ruang Tengah
Kitchen Area
Main Bedroom
Taman
View from balcony
Selanjutnya poin plus lain adalah kemudahan proses booking. Prosesnya mirip dengan proses pesan hotel di Agoda, bedanya adalah di Airbnb ada bagian kita mengontak langsung pemilik akomodasi untuk menanyakan ketersediaan di tanggal yang kita mau atau pertanyaan-pertanyaan lain tentang unitnya. But trust me, bagian ini mudah banget kok, semudah chat lewat Whatsapp (di aplikasi airbnb) atau semudah email-emailan (kalau gak lewat aplikasi airbnb/via web). Oya, ada juga akomodasi yang ketersediaannya gak perlu ditanyakan lagi kalau sudah ada tanda 'instant book'-nya.

Poin terakhir--yang ini subjektif banget--adalah 'it feels like home'. Ini sih pengalaman keluarga kami. Selama 4 hari 3 malam apartemennya berasa rumah sendiri. Mungkin karena di unit ini hawa-hawanya ya hawa tempat tinggal (bukan kayak hotel gitu maksudnya) haha. Host juga benar-benar memberika space buat kami. Jadi kami betah banget deh.

Kurangnya airbnb ini cuma satu: bayarnya harus pakai credit card. hiks hiks... Jadi kalau gak punya credit card belum bisa pesan di sini deh..
***
Nah kemarin itu saya book apartemen karena keluarga mau datang ke Jakarta dalam rangka Wisuda saya hihi. Awalnya mau pesan hotel yang agak nyaman gitu di sekitaran Balai Kartini, cuman rasanya kok kemahalan...maklum masih gaji freshgrad belum sanggup hehehe. Akhirnya iseng-iseng deh cek-cek airbnb terus nemu yang di Taman Rasuna, Kuningan. Pas bangettt. Deket sama kost dan saya kenal daerahnya jadi gampang nanti ajak kemana-mana. 

Setelah baca-baca review, banding-bandingin sama hotel dan apartemen lain di Kalibata yang cuma 300ribu semalem lewat olx, akhirnya saya book juga. Prosesnya itu pertama masukkin tanggal yang kita mau, terus ngechat host-nya sekalian dengan inquiry kita (otomatis) soal availability unit dan nanya tentang detail lokasi. Kemarin saya dapet host unit yang ramah dan helpful banget. Jadi dia langsung jelasin lokasi dan fasilitas apartemennya terus ngasih tau soal teknis check in (soalnya kan saya baru pertama kali pakai airbnb jadi agak bingung gitu). Sehari sebelum trip, Pak Vicky (host) ngechat saya, confim jam ketemuan di lobby apartemen untuk check in. 

Pas hari-H, saya ketemu Pak Vicky sesuai janji. Terus beliau ngajak apartment tour dan ngasih tahu informasi lain seperti lokasi minimarket 24 jam, taman yang bisa diakses semua penghuni gratis dan ada kolam renang dan tempat fitness. Di hari itu juga Pak Vicky ngasih tahu teknis buat check-out yang super simpel karena beliau gak bisa dateng hari itu. 

Udah deh. Selesai. Dan kami tinggal di sana 3 malam dengan nyaman. hehehe. Yang paling saya suka dari apartemen ini adalah lokasi dan isinya. Hostnya bahkan menyediakan magiccom buat masak nasi! Hal yang sangaaaaaaat ibu saya suka, jadi beliau bisa masak haha. Bahkan ada mesin cuci juga, jadi kalau tinggal di sini dalam waktu yang cukup lama gak usah susah susah mikirin nyuci di mana. Ohya, mereka juga sudah provide handuk dan air minum.

***

Nah, kalau kalian mau ngetrip pakai airbnb juga, saya punya kode promo buat dapetin potongan harga! Bisa langsung klik di sini atau masukkin kode KADEKD14 untuk dapat potongan Rp295.000 di trip pertama kamu :) Selamat mencoba!

P.S. tarif unit di airbnb itu sebenarnya dalam dolar, jadi kalau rupiah lagi menguat atau dolar melemah, harga-harga unitnya bisa turun deh dalam rupiah. Oh ya, yang di-charge di kartu kredit itu sesuai dengan currency yang kita pilih saat booking kok. 


Bekasi, 18/10/2016 10:34
Kadek Dwika
Readmore → Pengalaman Pertama Booking Apartemen dengan Airbnb