Showing posts with label thanks. Show all posts
Showing posts with label thanks. Show all posts

Tuesday, September 13, 2016

Batu Hijau Bootcamp

Meskipun baru beberapa kali membacakan dongeng buat anak-anak, saya rindu mendongeng. Sudah beberapa bulan saya absen di kegiatan-kegiatan Buku Berkaki yang biasanya menjadi media untuk berinteraksi dengan anak kecil. Haha bukan saya suka anak kecil, cuma menikmati masuk dan ikut dalam pikiran-pikiran mereka.

Bulan lalu, setelah lama di rumah cuma liburan dan leyeh-leyeh, akhirnya ada lagi kesempatan main dengan anak-anak kecil lewat kegiatan yang benar-benar tidak terduga: Batu Hijau Bootcamp.

Saya tidak pernah terpikir kalau kami, alumni Newmont Bootcamp dari semua batch akan difasilitasi untuk saling bertemu, mengenal. Umm..bukan cuma bertemu dan mengenal, tapi juga melakukan hal yang lebih bermanfaat: berbagi. 

Batu Hijau Bootcamp adalah perjalanan dari Timur ke barat yang di setiap kota singgahnya para alumni Newmont Bootcamp kota itu akan melakukan aksi sosial bersama. Dimulai dari Sumbawa, Surabaya, Jogja, dan Jakarta. Makin barat, makin ramai. 

Saya mulai ikut dari Jogja. Kami singgah di Yayasan Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi (YRBK Kagem). Ada puluhan anak-anak usia SD sampai SMP yang aktif datang dan belajar di Kagem. Rata-rata orang tua mereka adalah buruh, referensi jenis pekerjaan yang mereka tahu pun terbatas. Makanya kami diajak kemari untuk berbagi tentang pekerjaan apa yang kami lakukan.

Saya sempat ngobrol dengan beberapa anak-anak di Kagem, katanya mereka suka Kagem karena di sana ada kakak-kakak yang membantu belajar apa saja, ada buku-buku bacaan juga buat mereka. Dari yang saya lihat saat pertama kali menjejak tempat itu ya memang benar, di sana ada kakak-kakak relawan yang rata-rata adalah mahasiswa. Kagem juga punya koleksi buku bacaan untuk walaupun belum banyak. Jalan Kaliurang kilometer 10, masih di kaki Gunung Merapi. Semoga semakin banyak buku yang mereka punya nanti sehingga mereka tak kalah saing dengan teman-temannya di kota besar. Kalau saya ke Jogja lagi, pasti akan mampir ke sana lagi. To drop some books, to read some stories maybe :)
Kalau ada kakak-kakak yang sedang di Jogja, kepo tentang Kagem, mereka punya instagram loh: @kagemjogja.

Hanya sehari di Jogja, perjalanan kami berlanjut menuju Jakarta Selatan. Yayasan Al-Hasyim. Belajar mengetik dan menggambar menggunakan laptop. Yang paling saya ingat di sini adalah seorang anak perempuan kelas 4 atau 5 SD begitu sedih karena pisah kelompok dengan teman sekelasnya. Di kelompok baru ia merasa tidak diterima. Teman-teman kelompok barunya pun memang agak 'susah menerima' anggota baru kelompok mereka ini. Si anak kecil yang sendirian ini awalnya gak mau bicara sama sekali. Saya kira dia bisu selektif *duh, lebay*. Tapi setelah beberapa waktu saya coba ajak bicara, akhirnya dia mau ngobrol sama saya! Seneng! Dia juga bersemangat sekali waktu belajar mengetik namanya. Dan seluruh anggota kelompok ini melakukannya bergiliran :)

***

Senang sekali bisa mengunjungi mereka. Senang sekali berkenalan dengan alumni batches sebelumnya. Senang sekali bisa menjadi bagian kecil dari keluarga Newmont Bootcamp. 

Beberapa momen bisa jadi begitu berpengaruh dalam hidup kita, buat saya momen Newmont Bootcamp adalah salah satunya. 

Berkenalan dan menjadi teman dari orang-orang hebat di bidangnya masing-masing. Melihat dan membaca perspektif mereka. Saya senang, walaupun cuma menjadi tim hore. Mereka menjadi motivasi tersendiri buat saya.


Bekasi, 12/09/2016 22:09

Kadek Dwika

Readmore → Batu Hijau Bootcamp

Saturday, July 23, 2016

Skripsi: Tentang Melawan 'Mager'



Sehari sebelum pulang ke Bali, saya masih menayakan Surat Keterangan Lulus di loket Biro Administrasi Akademik kampus yang ternyata masih belum ada. Setelah lebaran yang kira-kira sudah hampir sebulan lewat dari waktu saya bikin SKL juga belum ada. Sampai akhirnya kemarin, bangun dari tidur siang, saya dikirimi foto yang bikin senyum ini lewat line oleh Deris.


***
Saya masih ingat drama-drama remeh perjuangan menyelesaikan skripsi. Berjuang mengatasi kemalasan. Malas ke Bekasi buat melengkapi data, malas ngetik penjabaran hasil pengolahan data, malas nyari referensi.

Selain bergulat dengan segala macam kemalasan, ada juga godaan-godaan lain yang gak kalah bikin gagal fokus. Misalnya tawaran buat magang terus lebih senang magang ketimbang beresin draft skripsi. Berlanjut dengan mengkambinghitamkan magang atas kemangkiran saat bimbingan dengan dosen. Magang jadi prioritas karena skripsi rasanya ngebosenin banget.

Ada juga godaan lain yang memang sangat pantas buat menyalip skripsi dari skala prioritas: Newmont Bootcamp! 8 hari ngider di seputaran Tambang Batu Hijau! Kesempatan luar biasa yang memang pantas rasanya dibayar dengan menyisihkan skripsi sebentar. Hehehe.  

Tapi ada hal lain yang gak bisa kita hindari dan secara langsung memaksa buat lagi-lagi meninggalkan skripsi sebentar: sakit. Entah kenapa deh ada drama demam yang gak turun-turun di minggu-minggu saya lagi luar biasa semangat beresin. Sakit yang ujung-ujungnya bikin saya minta pulang ke Bali dah beli tiket 2 kali. Iya, 2 kali, soalnya telat sampai bandara, ketinggalan pesawat, terus nangis di konter check in. Iya, nangis di depan mas-mas yang jaga sampai dia kebingungan harus ngapain hahahahah.

Daaaaaan, setelah semua drama-drama itu, yang akhirnya bikin ngebut ngerjain skripsi adalah pertanyaan dari orang tua. Semacam “Skripsinya gimana dik?” “Kapan sidang dik?” “Gak usah magang aja hari ini, kerjain skripsinya, ibu deh yang bayar uang magangnya”. Akhirnya ngasih deadline sendiri, terus lagi lagi nangis sendiri pas deadline enggak beres juga. Tapi setelah nangis itu skripsinya beneran dikebut dan lulus kok! Hahahaha. Sidang. Deg-degan gila. Terus dibilang lulus. Udah. Gitu aja. Lulus. Tapi belum selesai! Ada revisian!!!! Ada administrasi rempong buat yudisium akkhhhhh.

***
Tiap orang pasti punya cerita skripsinya masing-masing. Punya kesulitannya masing-masing. Dan kesulitan itu gak akan selesai kalau kitanya enggak mau usaha buat menyelesaikan. Skripsian itu soal memaksa diri buat enggak mageran, enggak nyepelein hal-hal kecil tapi yang ternyata penting, dan menjaga diri dari godaan-godaan hahahaha.

Dan tiap orang juga punya alasannya sendiri buat procrastinating. Bisa jadi karena punya kerjaan lain yang lebih promising, acceptable kok alasannya. Tapi kalau skripsinya ditunda gegara males, duh, mending buru-buru balik ke jalan yang benar deh. Hehehe

Ngomong-ngomong soal kelulusan, apa kabar teman teman Teknik Industri Univ Bakrie 2012? Skripsinya sehat? Ehehehehe

Teruntuk teman-teman TI Univ Bakrie 2012, buruan sidang!!!! Bentar lagi deadline yudisium woyyy!!

Saya sendiri menganggap urusan skripsi teman sekelas ini jadi agak personal. Soalnya mereka udah seperti keluarga yang emang sedari awal mimpinya wisuda sama-sama Oktober nanti. Soalnya kami cuma ber-24 dari awal masuk sekelas terus, rata-rata dari rantauan dan gak punya siapa-siapa di Jakarta.

Semangat ya kalian!!!!

Busungbiu, 23 Juli 2016.
Readmore → Skripsi: Tentang Melawan 'Mager'

Tuesday, June 14, 2016

3 Months Internship Summary

Saya tidak pernah menyangka magang akan jadi pengalaman yang begitu menyenangkan. Hingga akhirnya hari ini saya tahu, jika kita magang di tempat yang tepat maka magang tidak akan berakhir sekadar dengan laporan untuk disetor ke kampus.

3 bulan terakhir saya harus pergi-pulang Menteng Atas-Sunter dari Senin-Jumat pukul 07.15-16.15. Yap, saya jadi anak magang! Akhirnya jadi anak magang sungguhan! (mengingat waktu kerja praktik rasanya saya useless begitu cuma ngeliatin orang kerja). 

**Kenapa masuknya pagi amat?
Soalnya saya magang di Divisi Engineering salah satu perusahaan otomotif yang jam kerjanya mengikuti jam kerja plant jadi kerjanya lebih efisien (enggak tunggu-tungguan sama plant).

Magang kali ini pun benar-benar tanpa motivasi khusus semacam buat tugas kuliah. Motivasinya ya sesederhana di semester 8 kemarin banyak waktu luang karena skripsi sudah setengah jadi, daripada guling-guling doang di kosan mending magang (bisa belajar dan dibayar!). 

Awal-awal magang, saya sempat mencoba struggle naik TransJakarta tapi ternyata enggak kuat (2 jam!), akhirnya naik motor (waktu tempuh sekitar 40 menit) sampai magangnya selesai hahaha. Oya, ini juga pengalaman pertama naik motor sendiri di Jakarta dan trayeknya langsung ke Sunter. Jalanan ke sunter itu searah dengan Pelabuhan Tanjung Priok, jadi ya...bisa dibayangkan kalau saingan pemotor pemula seperti saya adalah long vehicle macem trailer yang ngangkut mobil/motor, truk tangki BBM yang GEDE dan kendaraan monster sejenis deh ya. Berat emang persaingannya. Awal-awal naik motor pernah nyasar terus nabrak mobil orang dari belakang sampe jatoh hehe. Awal-awal cuma berani di kiri eh makin kesini udah berani nyelip-nyelip bahkan diantara long vehicle yang lagi melaju. Tsahhhh. hahahah. Menteng Atas - Sunter rasanya jadi gak berat-berat amat.

Kerjaan saya selama magang adalah assisting Mba Isyana to get done all technical administration matters in Engineering Division (ED) semisal urusan travel proposal, settlement, employee attendance, monthly overtime report, dan sebagainya. Kadang ketika orang-orang di ED nanya jurusan saya, mereka wondering kok bisa bisanya magang di Engineering Administration (EA) yang kayaknya enggak nyambung haha. Well, terlepas dari nyambung enggaknya jurusan dan posisi magang saya, I am really grateful buat kesempatan magang ini. Here are the reasons:

- Dapet Mba Isyana as a Mentor/User
Dari Mba Isyana, saya belajar kalau jadi baik dan helpful itu bukan berarti enggak tegas. Menurut saya, Mba Is selalu helpful ke semua member ED, tapi beliau di saat yang sama juga bisa menjaga buat segala pekerjaannya itu tetap tertib. Helpful bukan berarti breaking the rule. Whereas dulu, saya malah suka neglecting rules yang menurut saya remeh. hehehe. Oya, karena kerja sama beliau juga bikin saya semakin ngeh buat kerja secara sistematis dan tracing the root cause of a problem. Di sisi lain, Mba Is juga orangnya santai. Saya jadi gampang izin buat ke kampus atau interview sana sini. Supportive banget. Somehow, she became one of my role models.

- Engineering Div punya atmosfer kerja yang menyenangkan
Saya lumayan sering jalan-jalan ke divisi lain buat anter dokumen ini itu dan lagi lagi menurut saya, ruangan ED auranya beda. Enggak riweh atau kaku. Everyone is very kind, ramah, dan respect & appreciate each other (bahkan farewell anak magang itu diumumin dan dikasih waktu buat short speech yang didenger se-divisi). Oya, di ED juga saya melihat bagaimana orang-orangnya mengucapkan tolong dan terima kasih enggak sekadar buat formalitas tapi beneran tulus gitu, semacam sudah jadi budaya yang gak sekadar dibibir. Di ED juga mungkin karena mayoritas laki-laki, enggak terlalu baperan orangnya wkwk.

- Bisa lihat orang-orang penting kerja dan kenalan sama mereka
Well, mereka seringnya meeting sih. Meeting all day. Habis meeting terus meeting lagi sampai kayaknya waktunya habis di meeting. Terus pernah satu kali salah satu designer mobilnya ngerjain sedikit designnya di meja sebelah saya. Woah! Berasa kayak anak kecil ketemu ultraman! wkwk norak sih. tapi ya... sama kayak waktu pertama kali liat haul truck di Batu Hijau dehh.

(to be continued) 

***

Saya sangat-sangat bersyukur 3 bulan ini dihabiskan di tempat yang tepat. Semoga ini bisa jadi bekal buat saya kerja nanti. hihi.

Terima kasih Mba Isyana, Pak Dedy, Bu Hanna, Pak Samsul, Mas Aji, Mba Wiwid, Mba Ratna, Mas Andre, Pak Ari, Vindy!

See you in the next opportunity! :)





Readmore → 3 Months Internship Summary

Monday, September 21, 2015

#VisitBuki TK SAAJA

Bermula dari tweet salah satu akun popular yang sering memberikan informasi untuk anak muda, saya akhirnya mendaftar menjadi volunteer salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas BukuBerkaki (Buki). Sebelum memutuskan untuk mendaftar, saya sempatkan membuka laman web Buki untuk memastikan bahwa saya masuk ke komunitas yang benar. Lucky me! Keinginan beberapa tahun lalu untuk bisa jadi volunteer akhirnya didukung semesta melalui jadwal kuliah yan

g banyak kosong dan link google form untuk mendaftar komunitas yang benar benar menarik untuk saya. Komunitas pencita buku yang peduli pada minat baca anak muda. Saya sendiri, sih, enggak cinta-cinta banget sama buku, tapi kalau pergi kemana-mana sendirian selalu bawa buku, kok – buat dibaca tentunya. Hehehe.

Sehari sebelum kegiatan, akhirnya saya diundang ke grup chat Line Buku Berkaki dan diberikan penjelasan singkat untuk kegiatan hari Sabtu (19/9) oleh kakak-kakak Krucil yang semuanya ramah-ramah sekali! Sebagai anak baru, senang sekali rasanya bisa diterima dengan sangat ramah dan terbuka.

Pada hari berikutnya (19/9), hari-H kegiatan, kami bertemu langsung di TK Saaja. Anak-anak Saaja sudah ramai datang sebelum Krucil-Krucil sampai. Ada 44 anak, riweuh sekali! Setelah semua Krucil sampai, kegiatan dimulai dengan pengarahan dari ibu guru-ibu guru Saaja yang membariskan anak anak. Satu per satu Krucil memperkenalkan diri dan disapa juga oleh adik-adik TK Saaja. I am so excited!

Ada empat kegiatan utama yang dilakukan disini, yaitu, penyerahan buku-buku bacaan yang dipinjamkan Buki, mendongeng, bermain games, dan senam. Secara simbolis, buku diserahkan oleh Kak Icha kepada salah satu ibu guru TK Saaja. Selanjutnya adik-adik TK Saaja yang sudah berbaris per kelompok langsung menyebar bersama Krucil pendampingnya untuk membaca dongeng. Saya baru tahu anak kecil bisa semangat sekali untuk mendengarkan cerita. Walaupun ada beberapa anak yang terlalu aktif sampai kadang suka main ke kelompok lain, adik-adik ini benar benar mengikuti dongengnya loh. Di akhir sesi mendongeng, adik-adik yang berani maju dan menceritakan kembali dongengnya akan diberikan hadiah. Mereka yang maju lucu sekali, banyak yang tampak malu-malu, ada yang lupa dongengnya, ada juga yang sangat aktif sampai rebutan ke depan.

Mendongeng
Pada sesi bermain games, adik-adik ini juga masih tampak sangat bersemangat untuk berlomba memasukkan potongan lego sesuai warnanya ke dalam gelas. Bagian sulitnya adalah mereka harus pakai sumpit! Tapi boleh pakai dua tangan, kok, pegang sumpitnya, hehe. Tim yang menang berhasil memasukkan 22 potong lego dengan benar dan mereka mendapatkan bingkisan lucu dari Buki. Yay!
Bermain games
Sesi selanjutnya – favorit saya! – senam yang seru sekali dipandu oleh Kak Cut. Adik-adik Saaja masih mengikuti dengan semangat sekali. Cuma lihat aja bisa bikin seneng, apalagi ikut senam sama Kak Cut. Krucil juga ikutan senam loh. Senam semi dance yang seru banget.
Event Summary

Kegiatan #VisitBuki diakhiri dengan penyerahan bingkisan ke seluruh adik-adik TK Saaja. My Saturday afternoon spent very well with Krucil dan adik-adik TK Saaja. Senang sekali bisa berbagi senyum dan tawa bersama mereka. Sure I will do this again! :)
Readmore → #VisitBuki TK SAAJA

Monday, January 5, 2015

Happy New Year!

Dua minggu lagi saya pulang ke Bali. Dua minggu ini saya masih harus ujian akhir semester 5 dulu. Hari ini sudah hari ke lima di bulan pertama tahun 2015.

Hi!

Sebelum tahun 2014 habis kemarin, sebenarnya saya sudah ingin menulis seperti yang dilakukan orang orang. Menulis tentang pencapaian di tahun 2014, resolusi 2015, refleksi diri selama setahun kemarin, dan lain-lain. Sayang sekali saya baru sempat menulis malam ini, di tengah-tengah waktu belajar saya untuk ujian besok siang -- seperti biasa.

2014 kemarin saya nobatkan sebagai "The Most Enjoyable Year". Rasanya di tahun itu saya menikmati setiap bagiannya. Padahal, saat malam pergantian tahun dari 2013 ke 2014 saya menangis keras karena kesal because I was so jealous on my crush hahaha. 

I got a lot of first-time-experiences in 2014. Here they are:
1. Watching Taylor Swift concert live in Jakarta
2. I visited Lombok and Gili Trawangan
3. Snorkeling (in Menjangan island)
4. Java -- Bali by rail and sea, solo trip! 
5. "Mapayas Deeng" - put Balinese make up and costume for "Ngaben" ceremony
6. Watching live soccer match (Indonesia vs Syria)
7. Able to play guitar and ukulele although only for some keys, hehe.
8. Got my first 100 for final score without doing the test! (i successfully do the coding challenge given by my lecturer) 

It was also a very prosperous year to me. Thank you, mom, dad, kak Inda, and Kak Bayu.

Selain hal-hal yang memang tiba-tiba popping from my head and the universe conspires to make it happen trough the people arround me, beberapa target 2014 juga saya tercapai dengan baik. Tapi ada juga yang memang belum tercapai dan ada juga yang sengaja dihapus dari daftar, hehe.

Untuk tahun 2015 ini, I haven't made the list. 
But this is what I hope to achieve around Jan-Feb.
1. Starting the year with flawless GPA of 4.0 (good luck for my finals)
2. Visiting Sumatera Barat before intern in Sumbawa.



I'm going to Yogyakarta this month btw :D

Buat saya, my live goal is to be happy.
2014 brought so much happiness to me. I am very grateful for that.

Terima kasih untuk semesta atas segala macam karyanya yang memberikan banyak sekali kebahagiaan untuk saya.


Readmore → Happy New Year!

Thursday, December 4, 2014

Belajar Ikhlas

Dulu, guru agama saya waktu SMP pernah menceritakan tentang tingkat keikhlasan seseorang. Menurut cerita beliau, ada 4 tingkatan keikhlasan seseorang -- saya hanya ingat 3 diantaranya.
1. Orang yang menyalahkan orang lain atas hal yang terjadi padanya
2. Orang yang menyalahkan diri sendiri atas hal yang terjadi padanya
3. Orang yang menerima bahwa setiap hal yang terjadi adalah karena itu harus terjadi -- selain juga karma tentunya.

Paling baik tentu mereka yang tidak menyalahkan baik orang lain maupun dirinya sendiri atas apa yang terjadi, melainkan menerima semuanya sebagai hal yang harus terjadi.

Contoh umum masalah keikhlasan di atas adalah kekecewaan. Kecewa biasanya terjadi karena kita punya harapan yang lebih tinggi daripada yang kita terima. Ketika seseorang bilang kalau kita membuatnya kecewa, bukan hal yang tepat untuk kita menyalahkan diri sendiri. Jangan salahkan orang lain saat dia tidak bisa memenuhi harapan kita. Ingat, kita yang memilih untuk menaruh harapan pada mereka. Jadi saat kita kecewa, salahnya tidak pernah sepenuhnya ada pada orang lain, sebagian juga ada pada kita.

Saya menulis ini untuk seorang teman yang sedang berpikir kalau dia sudah sangat mengecewakan seseorang dan tidak pernah sadar bahwa yang dia lakukan tidak seburuk itu. Untuk seorang teman yang terperangkap paradigma bahwa kekecewaan disebabkan hanya oleh aksi di satu pihak, paradigma bahwa 'korbannya' sangat lemah dan tidak berdaya dan tidak seharusnya dikecewakan. Untuk seorang teman yang lupa kalau setiap orang adalah pengambil keputusan untuk setiap tindakan yang diambilnya--termasuk tidakan untuk bertaruh harapan.

Every single thing that happen to us is just a lesson to make us better.
Life will be much happier if we can let go either the good or bad thing that passing by. Basically, they're passing by just to see if we're alive or not :D

Good night!
Readmore → Belajar Ikhlas

Monday, November 17, 2014

Saturday Soccer

Malam minggu kemarin (15/11) adalah kali pertama saya nonton pertandingan sepak bola secara langsung di stadion. Senangnya lagi, pertandingan pertama yang saya tonton adalah Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang sedang uji coba dengan timnas Syria. 

I think i am quite lucky. Tiket pertandingan kemarin dibayari Kak Bayu. Oya, tiketnya saya beli online pakai kartu kredit kakak saya. Teman nonton saya, junior saya waktu SMA, dengan baik hati rela gak jadi rapat dan nonton konser paduan suara di kampusnya hehe. 
Booking confirmation e-mail yang harus ditukar menjadi tiket
Tiket Pertandingan
Dari Epicentrum, Kuningan saya naik Trans Jakarta, transit di Dukuh Atas, kemudian lanjut ke arah Blok M dan turun di halte Gelora Bung Karno (GBK). Di halte Dukuh Atas saya sudah bertemu dengan beberapa suporter timnas--which I recognized from the shirt they wore, red jersey. Rasanya senang sekali, saya sudah bikin plan di kepala: nanti kalo sampai GBK saya masih takut tukar tiket sendirian, saya mau ngikut abang-abang ini saja. hahahaha. 

Turun dari halte GBK, benar saya mengikuti mereka karena sebenarnya saya gak tahu pintu 1 atau 12 itu dimana, tempat tukar tiket dimana juga saya gak tahu. Untungnya, selalu ada bapak bapak security yang bisa bantu kita di tempat publik. Setelah dikasih petunjuk arah sama bapak security tadi, saya langsung ke arah Pintu 9 di Kantor Liga Pendidikan Indonesia. Saya kira petugas tiket tidak akan ada ramah ramahnya, jutek, galak dan sebagainya. Tapi ternyata semuanya salah, panitia penyelenggaranya ramah ramah semua. Mirip seperti tukar tiket buat nonton konser pelayanannya, tapi tanpa antrian panjang.

Sensasi nonton timnas di GBK sangat terasa walaupun stadion tidak penuh, mungkin karena ini pertama kali saya nonton. Kalau stadionnya penuh, pasti magical banget itu suasananya terutama pas singing national anthem, Indonesia Raya. 

Ini beberapa foto yang sempat saya ambil dengan handphone saya. Kualitasnya memang jauh dari bagus, tapi ya sudah lah, yang penting saya punya bukti sudah habis nonton hehehe. Saya pasti akan nonton lagi. Entah laga timnas lagi, final ISL, atau mungkin bahkan World Cup. Semoga ada kesempatan :D

Semangat untuk Timnas Indonesia! Walalupun kemarin uji coba kalah 2-0, semoga bisa perform lebih baik di AFF nanti. IN-DO-NE-SIA!!


Menyanyikan Indonesia Raya


Stadion Gelora Bung Karno





Readmore → Saturday Soccer

Saturday, October 18, 2014

Jakarta – Bali Paling Murah: Naik Kereta

Sebagai mahasiswa rantauan di Jakarta, saya biasanya pulang ke Bali naik pesawat yang dalam 2 jam sudah sampai tujuan. Tetapi, Minggu, 5 Oktober 2014 kemarin untuk pertama kalinya saya pulang ke Bali naik kereta dan disambung dengan menumpang kapal nyebrang selat Bali. Well, this is my first long-solo-trip. Ya, saya pergi sendirian! Melihat perawakan fisik saya yang lebih mirip anak SMP ketimbang mahasiswa, seperti biasa semua orang meragukan dan mengkhawatirkan keberangkatan yang sudah direncanakan 1 bulan sebelum hari-H ini. Mulai dari teman-teman di kampus hingga ibu saya yang paling panik dan hampir mau marah (untungnya Bapak dan Kakak mau mengijinkan).

Merencanakan perjalanan Jakarta – Bali sebenarnya sangat sederhana. Rutenya adalah sebagai berikut.
  1. Stasiun Jakarta Kota – Stasiun Surabaya Gubeng (dengan kereta Gaya Baru Malam Selatan) (update 26 Des 2015, Kereta Gaya Baru Malam Selatan sekarang berangkat dari Stasiun Pasar Senen)
  2. Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Banyuwangi Baru (dengan kereta Mutiara Timur Siang) *Update 26 Des 2015, alternatif kereta dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangi Baru bisa naik kereta ekonomi AC Probowangi yang berangkat pukul 4.23 dengan harga tiket Rp68.000,00. Tetapi sayang sekali tiketnya tidak tersedia online di website PT KAI, harus beli di loket.
  3. Stasiun Banyuwangi Baru – Pelabuhan Ketapang (jalan kaki kurang 5 menitan)
  4. Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, Bali (dengan kapal)

Kedua tiket kereta api tadi bisa dibeli secara online di situs PT. KAI (kereta-api.co.id). Sedangkan tiket penyebrangan Ketapang – Gilimanuk bisa dibeli on the spot di pelabuhan. Rinciannya,
  1. Tiket kereta ekonomi AC Gaya Baru Malam Selatan harganya Rp55.000,00 berangkat pukul 10.30 dan sampai di Surabaya pukul 00.50 (sekitar 15 jam) untuk keberangkatan tanggal 5 Oktober 2014. (Update 26 Des 2015, harga tiket Rp110.000,00)
  2. Tiket kereta bisnis Mutiara Timur Siang (hanya tersedia bisnis dan eksekutif) harganya Rp140.000,00 berangkat pukul 09.00 dan sampai di Banyuwangi pukul 15.30 (sekitar 7 jam) untuk keberangkatan tanggal 6 Oktober 2014.
  3. Tiket penyebrangan Ketapang – Gilimanuk harganya Rp8.000,00 dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Penyebrangan ini buka 24 jam, jadi jangan takut ketinggalan/kehabisan kapal.

Tiket Kereta

*Jangan lupa untuk memperhatikan tanggal keberangkatan kedua tiket kereta yang dibeli. Salah-salah bisa saja kita malah membeli dua tiket di tanggal yang sama padahal saat kita sampai di Surabaya tanggalnya sudah berganti hehe.

Ada jeda waktu yang cukup lama (sekitar 8 jam) untuk keberangkatan kereta ke Banyuwangi. Kalau saya sih kemarin cukup beruntung punya teman SMA yang kuliahnya di Surabaya dan tempat tinggalnya dekat dari stasiun Gubeng. Dia dengan baik hati mau jemput jam 1 pagi di stasiun, menampung saya semalam, dan mengantarkan saya ke stasiun lagi besok paginya. Kalau tidak ada teman atau saudara yang bisa dijadikan tempat transit, bisa kok bermalam di stasiun. Beberapa penumpang yang saya kenal kemarin pada tidur di stasiun. Tapi kalau anda cewek dan pergi sendirian, ini kurang dianjurkan. Kalau tidak salah sih ada juga kereta ke Banyuwangi yang berangkatnya jam 04.30, tapi saya gak dapat tiketnya kemarin.

Kondisi Kereta

Dulu sering diberitakan kalau kondisi kereta ekonomi itu sembrawut, sesak, rawan kriminal, dan segala macam hal-hal kurang menyenangkan lain. Itu juga yang bikin ibu saya tadinya khawatir dan panik banget. Nah, yang saya temukan selama 15 jam perjalanan saya ke Surabaya, sih, kereta ekonomi AC itu ga seburuk yang diberitakan dulu. Sekarang sudah ada AC-nya, gak panas lagi! Tempat duduknya pakai nomer, ga ada rebutan atau gak kebagian tempat duduk lagi. Bahkan, ada colokan! Powerbank pinjaman teman kosan saya gak kepakai sepanjang perjalanan hehehe. Gak usah khawatir rebutan colokan, rata-rata penumpang kereta ekonomi carang ngecas gadget, kok. Tempat duduk kereta ekonomi hadap-hadapan, 2 – 2 dan 3 – 3. Satu lagi, di kereta sekarang sudah gak ada lagi pedagang asongan yang masuk di tiap stasiun. Yang jualan di kereta itu cuma petugas kereta. Mereka biasanya bolak balik lewat menawarkan nasi goreng/nasi rames/pop mie/air mineral. Nasi goreng/nasi rames dijual Rp15.000,00 seporsinya sedangkan bundling popmie dan air mineral dijual Rp9.000,00.


Nasi Goreng di Kereta Ekonomi

Kondisi di dalam gerbong Kereta Ekonomi

Kondisi di dalam Gerbong Kereta Ekonomi
Perbedaan mendasar antara kereta ekonomi AC dan bisnis adalah tempat duduknya. Kalau kereta ekonomi tadi duduknya hadap-hadapan, di kereta bisnis kita duduknya kayak di bus/pesawat. Ruang kakinya lebih luas, duduknya berdua berdua tapi kursinya cukup lebar kok. Disini makanannya lebih variatif dan dijual lebih mahal. Mulai dari makanan berat sampai makanan penutup. Nasi goreng di kereta bisnis harganya Rp 25.000,00, pakai piring porselen dan gak pake sendok plastic lagi kayak di kereta ekonomi hehehe. Ada colokan juga! 2 colokan di setiap sisi, jadi ga bakal rebutan colokan juga di sini hehe. Sama seperti di kereta ekonomi, di kereta bisnis juga ada penyewaan bantal dengan rate yang sama yaitu Rp5.000,00 per bantal.
Nasi Goreng di Kereta Bisnis

Kondisi di dalam Gerbong Kereta Bisnis
Colokan di Gerbong kereta Bisnis
Bantal yang Disewakan di Kereta
Home in Hours

Stasiun akhir tempat kita berhenti adalah Stasiun Banyuwangi Baru. Dari sini kita Cuma perlu lurus keluar stasiun, menyebrang jalan raya dan terus kearah kanan. Kurang dari 50 meter kita sudah sampai di pintu pelabuhan! Horeeeee! Saya senang sekali waktu itu. Kemudian kita tinggal masuk ke pintu khusus penumpang, beli tiiket, dan langsung menuju kapal. Wooohooooo! Di kapal kita cuma harus menikmati sore, angin, ombak, langit. Semuanya jadi indah ketika sudah mau sampai rumah hehehe (padahal masih harus naik mobil 1.5 jam lagi dari gilimanuk ke rumah). Sesampainya di Gilimanuk, saya dijemput Ibu, Bapak, dan Adik saya. Pesan saya, sampai di sini jangan lupa mampir di Ayam Betutu Men Tempeh. Itu ayam betutu paling enak dan sudah terkenal juga.
Pintu Masuk Penumpang Pelabuhan Ketapang

Langit Ketapang dari Atas Kapal

Keluar Kapal, Sampai di Pelabuhan Gilimanuk
Nah, sekian cerita saya mengarungi Pulau Jawa dan Selat Bali sendirian. Semoga bisa menjadi referensi perjalanan anda berikutnya. Kalau saya saja bisa, masa anda engga? :D


Kuningan, 17 Oktober 2014

Readmore → Jakarta – Bali Paling Murah: Naik Kereta

Saturday, January 5, 2013

Matur Piuning

This photo was taken around 5 months ago in my Sanggah Merajan (a family temple). This ritual was done to tell my ancestors that I will be far away from home to continue my study here in Jakarta. Well, that is a common ritual a Balinese Hindu does before they leave their homeland for several long time.
We did this after doing Galungan ceremony.

The woman beside me is Ibu, my mom. She is beautiful, i know B)


Readmore → Matur Piuning

Tuesday, January 1, 2013

How Easy Our Life Today

i just bought a t-shirt online. ya. i did online shopping on the very first date of 2013. suddenly I realize, how easy our life today is.

lemme tel you the chronology, i just woke up around 9 and still on the bed until 12. when i left my bed, i turned on the lamp and my laptop. i open my web browser, automatically signed in into twitter. watching the timelines running. the only onlineshop I follow just retweeting others online shops tweet. i attracted, i clicked on their websites. i found t-shirt. i wanted it. i look for the FAQ page on the upper right of the website. i found their contact to order. i texted the number, they confirmed. they ask me to transfer the money before 4 p.m. i'm too lazy to walk to the ATM. and i've forgotten my BNI internet banking password since the first time i established the account -__- and fortunately, there is still BNI SMS Banking. ya, i did the trx in seconds. i confirm my payment to the online shop. they confirmed again that they already received it and the stuff will be shipped tomorrow because today is holiday of course. New Year~

last week i also did this. in the middle of the night. actually it was 1 a.m. I did online shopping, and did the transfer at that night (or morning) too. the system made it possible to automatically calculate how much i should pay include the shipping fee, gak kayak online ship yang barusan--well actually mostly the online shop use this system. and online shop yang aku cerita di awal aja yang aku tau transaksinya lewat sms--and the stuff arrived two days later. no, it was one day later because the night (or morning) i made the transaction could not counted as the day before. i mean the date already over. and the transfer was trough internet banking. 

see? how easy our life today!

I'd like to say THANK YOU VERY MUCH to my MOM, my SISTER, dan also DAD for being that very kind to me giving me that amount of money every month. I am so grateful. Gak semua orang punya kesempatan buat bisa hidup semudah ini. Terimakasih banyak :) I promise i will pay it back. In my way, of course. 
Readmore → How Easy Our Life Today

Saturday, December 29, 2012

How YouTube Influence My Life

Well, actually i'm doing my assignments now. But after some sub-chapters, i think i should take a 'rest' :D umm.. and then I watched Tanner Patrick. I like him very much! His eyes, his lips, his voices, his arrangements, his music, his shape! haha. i like him! He is a YouTube artist. yes, YouTube.

My connection to YouTube became very intense since I found Jung Sungha. He is a fingerstyle guitarist from South Korea. I love him! I started watching him when I was in the 11 grade of highschool. From YouTube, i watch his every single arrangement, i know his lastest news. YouTube made my love to him bigger and bigger from day to day. Sounds ridiculous, right? But that's what really happen to me! I never have any idol before. But now, YouTube made me finally found mine. haha. And do you know, I watched Jung Sungha's Concert in Jakarta last November! I never that crazy. haha

Ryan Higa, KevJumba, Boyce Avenue, Kurt Hugo Schneider, Tanner Patrick, and Jung Sungha. I they are who I like to watch :D

YouTube brought them to me. Thanks, YouTube.
You influence my life that much! hihi
Readmore → How YouTube Influence My Life

Sunday, November 18, 2012

Sungha Jung Live in Jakarta

thank you for the awesome night, for those lovely smiles, for shaking my hand and signing my whole stuffs, . Take some rest. I love you!
Scrapbook from INDOJSH







An accidental handshake XD



VIPP- Gita, Mija, Wika (me)



Irony. with Jung Sungha's Original Autograph

Perfect Blue. with Jung Sungha's Original Autograph

The e-Ticket
Readmore → Sungha Jung Live in Jakarta